Puleh Indonesia Hadirkan Revolusi Air Bersih Berbasis AI-IoT di Pesisir Aceh

Inovasi teknologi air bersih berbasis IoT dan AI untuk pesisir Aceh, hasil kolaborasi Puleh Indonesia dan Telkom.

Di tengah tantangan krisis air bersih di wilayah pesisir, Social Enterprise Puleh Indonesia meluncurkan inovasi teknologi destilasi air laut dan filtrasi air keruh berbasis IoT (Internet of Things) dan Artificial Intelligence (AI) di Kabupaten Aceh Besar. Proyek strategis ini terealisasi berkat dukungan penuh PT Telkom Indonesia melalui program kolaborasi lingkungan “Bumi Berseru Fest”, yang dirancang sebagai wadah inisiatif berkelanjutan bagi organisasi dan pegiat lingkungan. Kiprah Puleh Indonesia dimulai dengan memenangkan Kompetisi Panggilan Aksi untuk Bumi bidang Pelestarian Ekosistem Darat dan Laut/Reforestasi  sebuah ajang bergengsi yang diikuti ratusan komunitas lingkungan (Mapala, Sispala, LSM). Kemenangan ini membuka jalan bagi kolaborasi dengan Telkom melalui Bumi Berseru Fest, dimana proposal teknologi penyediaan air bersih berbasis energi terbarukan mereka terpilih untuk pendanaan dan pendampingan.

Di balik inovasi penyediaan air bersih revolusioner di Aceh Besar, berjajar tim multidisiplin Puleh Indonesia yang dipimpin Ari Zonanda (Project Leader and Business Analytic). Dalam 3 bulan pengembangan intensif, mereka berhasil merancang sistem terintegrasi penjernih air laut dan air keruh berbasis IoT dan energi surya. Berikut pilar timnya: Muhammad Alfi (IoT dan AI Engineer): Merajut “syaraf digital” sistem melalui sensor real-time dan algoritma adaptif. Rahmad Maulana (Solar Dual System Research): Merancang panel surya berkapasitas tinggi dengan battery backup tahan fluktuasi cuaca, Filza Sigit (Research and Development) bekerja untuk memastikan integrasi teknologi memenuhi standar lingkungan pesisir dan Tim Fasilitator Proyek untuk menjembatani riset teknis dengan kebutuhan masyarakat lokal. “Kami menciptakan ecosystem tunggal: destilasi, filtrasi, dan energi surya terkontrol ketat via aplikasi Blynk IoT,” tegas Ari Zonanda. “Dari pantai berpasir hingga daerah berbatu, sistem ini dirancang tangguh.”

Fungsi Revolusioner yang Diuji Lapangan

Setelah melalui 3 fase uji coba ketat di Pantai Alue Naga, Lampuuk, dan Limpok, teknologi ini membuktikan tiga kapabilitas inti:

  1. Destilasi Air Laut → Mengonversi air asin menjadi air siap minum.
  2. Filtrasi Air Keruh → Menjernihkan air payau/limbah untuk kebutuhan domestik.
  3. Pendukung Aktivitas Nelayan → Panel surya menyediakan energi untuk menghidupkan lampu penerangan dan sumber daya memasak pengganti kayu bakar/BBM

Future Challenges of Digital Transformation in Agriculture

Although digital transformation in agriculture offers numerous advantages, there are also several challenges that need to be overcome:

Dampak Langsung dan Masa Depan

“Teknologi ini menjawab tiga masalah sekaligus: air minum, sanitasi, dan energi ramah lingkungan bagi nelayan,” tegas Ari Zonanda saat demonstrasi di Pantai Alue Naga. Sistem IoT dan AI-nya mampu memantau kualitas air, efisiensi energi dan mengirim notifikasi perawatan otomatis mengurangi ketergantungan pada tenaga teknis lapangan. Kami berterima kasih dengan adanya “Bumi Berseru Fest adalah bukti bahwa kolaborasi korporasi-SDGs dapat melahirkan solusi nyata. Karya nyata dan dampak Puleh Indonesia akan jadi model replikasi yang akan kami kembangkan di berbagai wilayah kepulauan di Provinsi Aceh.”

Puleh Indonesia

Puleh Indonesia

Comments

  1. miaqueen

    Reply
    April 22, 2021

    It’s a great pleasure reading your post!

    • cmsmasters

      Reply
      April 22, 2021

      Thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *